PRASASTI MARMER-SENI LETTER

Senin, 02 Januari 2012

SEJARAH KERAJINAN MARMER TULUNGAGUNG ( 4)

KARYA-KARYA BESAR KERAJINAN MARMER  YANG BERTAHAN DARI MASA-KE MASA.
Baliho Selamat Datang diSentra Kerajinan marmer Tulungagung
Sebuah karya   seni yang dihasilkan oleh para pengrajin marmer Tulungagung, akan selalu masuk pada ujian ketahanan dipasar, apakah market bisa menerima kehadirannya , atau hanya sekelebat saja menghiasi showroom-showroom dan akhirnya tidak pernah di buat lagi.Memang dalam menghasilkan karya kita harus uga mempertimbangkan banyak hal, termasuk pangsa pasar yang akan kita bidik. Seperti yang saya tulis di Seri 3 lalu , banyak sekali karya-karya seni yang berorientasi “ pure art” justru jarang diterima, akan tetapi karya-karya benda pakai  yang murah meriah dan tidak begitu mempertimbangkan art design ,justru tetap bertahan dari masa kemasa.Market oriented atau      Idealisme anda yang akan anda pertahankan…hanya waktu yang menjawab.

SEJARAH KERAJINAN MARMER TULUNGAGUNG 3


SERI 3: SENIMAN YANG IDEALIS DAN YANG BERORIENTASI PASAR
Patung Mbah  Lijanto,Gamping tetap Kokoh diusia 4  Generasi
             Saya teringat kata-kata Bapak Heppy Trenggono,M.Kom , Direktur  United Balimuda,Ketua UMUM IIBF, orang yang sangat menginspirasi hidup saya, kala itu beliau berpesan ,”bahwa salah satu pemicu kegagalan kita dalam berbisnis adalah orientasi kita  pada sebuah produk baru,diantara produk-produk yang lain yang sudah diterima pasar,karena dalam konsep pasar dikenal istilah “ the mother is very love her baby” konsumen sangat mencintai produk yang telah ada dan telah diterima adanya“.

             Dalam konteks ini ada sisi menarik dari sejarah perkembangan kerajinan marmer Tulungagung  , yakni  beberapakarya hit dan juga karya besar yang gagalmenjadi hit dipasaran. Sebagai seorang seniman dalam bidang pengerjaan batu marmer ini mereka jatuh bangun dalam lautan kreasi mereka.Kadangkala sukses besar mereka  gapai, akan tetapi juga tidak jarang mereka harus jungkir_balik  mencari pasar untuk satu produk baru yang mereka ingin kenalkan .
             Saya menulis ini sebagai salah satu apresiasi yang besar untuk mereka para pengrajin marmer Tulungagung yang memiliki idealisme yang tinggi,meskipun produk yang mereka rancang dan design  berbulan-bulan itu akhirnya tidak bisa diterima oleh pasar, dan merekapun tak pernah sukses, seperti halnya pengusaha yang lain.

SEJARAH KERAJINAN MARMER TULUNGAGUNG 2


SERI  KEDUA : CIRI-CIRI PERKEMBANGAN ANTAR DEKADE
Mbah Sakijo Karsoen Tugunya masih bediri Kokoh
Sebagai Kelanjutan sejarah  perkembangan  industry kerajinan marmer di Campurdarat Kabupaten Tulungagung,yang sempat mencari-cari bahan  tulisan,  tercatat beberapa generasi  pelopor.Generasi-generasi ini memiliki berbagai ciri dan terobosan-terobosan yang berarti bagi perkembangan sejarah industry marmer Tulungagung.Tercatat ada empat moment sejarah perkembangan Industri marmer Tulungagung yakni :
1.       DEKADE  Pertama . ( Tahun 1962 sd tahun 1972)
Diawali sekitar tahun 1967 , yakni pengerjaan seni marmer Tulungagung yang masih berkutat pada pemanfaatan traso, yakni butiran-butiran kecil yang dihasilkan dari penghancuran batu-batuan marmer  dan batuan lainnya yang berwarna-warni.Tegnology ini biasa diaplikasikan untuk pembuatan motif-motif pada lantai pada saat itu. Pecahan-pecahan marmer dan batuan ini biasanya berkisar pada ukuran  0,2 sampai dengan 0,5 CM.Lantai dengan pengerjaan system ini sering disebut sebagai ubin motif Tulungagung.Selain diaplikasikan pada lantai ubin, traso ini juga dipergunakan untuk pembuatan motif pada bak mandi cetak,  kijingan,pot bunga besar,ubin cetak,dan lain-lainnya.Belum ada tegnology belah batu atau penggergajian saat itu dan semuanya masih dilakukan masyarakat kami secara manual dan alat-alat sederhana.